Berita Industri
Penjualan Bulu Mata Palsu di Toko Bebas Bea Bandara Meningkat Pasca Pembatasan Perjalanan
- 877 Tampilan
- 2025-10-22 01:41:51
Penjualan Bulu Mata Palsu di Toko Bebas Bea Bandara Meningkat Pasca Pembatasan Perjalanan
Ketika pembatasan perjalanan global dilonggarkan dan lalu lintas penumpang bandara meningkat, sebuah tren penting muncul dalam ritel perjalanan: kebangkitan penjualan bulu mata palsu di toko bebas bea. Menurut data IATA, perjalanan udara internasional pada kuartal pertama tahun 2024 mencapai 92% dari tingkat sebelum pandemi, sehingga memicu kebangkitan belanja bebas bea—dengan bulu mata palsu yang menonjol sebagai produk unggulan dalam kategori kecantikan.
Peningkatan ini didorong oleh gabungan berbagai faktor yang membentuk kembali perilaku konsumen pascapandemi. Pertama, “permintaan kecantikan saat bepergian” meningkat karena wisatawan memprioritaskan solusi riasan yang cepat dan berdampak. Bulu mata palsu, khususnya kelompok individu, gaya berperekat, dan perlengkapan perjalanan mini, sangat cocok dengan tren ini. Tidak seperti rangkaian perawatan kulit berukuran besar, produk yang ringan dan ringkas ini mudah dikemas dan ideal untuk penampilan yang menyegarkan saat singgah atau saat tiba. Retailer bebas bea terkemuka melaporkan bahwa perlengkapan bulu mata sekali pakai dan trio bulu mata cerpelai 3D kini menyumbang 65% dari penjualan bulu mata mereka, naik dari 40% sebelum tahun 2020.

Kedua, penetapan harga masih merupakan insentif yang kuat. Dengan diskon rata-rata sebesar 20-30% dibandingkan toko di pusat kota, toko bebas bea menarik pembeli yang sensitif terhadap harga, terutama untuk barang yang dibeli berulang kali seperti bulu mata palsu. Banyak konsumen kini memandang pemberhentian di bandara sebagai peluang untuk menambah persediaan barang, dengan 42% wisatawan yang disurvei pada tahun 2024 menyebut "menyediakan barang-barang penting untuk kecantikan" sebagai alasan utama untuk belanja bebas bea, berdasarkan survei Travel Retail Business.
Media sosial telah memperkuat pertumbuhan ini. Platform seperti TikTok dan Instagram dibanjiri dengan video "penangkapan bandara", di mana para influencer memamerkan temuan bulu mata palsu bebas bea. Tagar seperti DutyFreeLashHaul dan TravelLashEssentials telah ditonton lebih dari 150 juta kali, mengubah merek dan gaya tertentu menjadi produk viral yang wajib dibeli. Kehebohan digital ini telah diterjemahkan ke dalam permintaan di dalam toko: pengecer mencatat bahwa 30% pembelian palsu dipengaruhi oleh rekomendasi media sosial.
Inovasi produk juga memainkan peran penting. Produsen, termasuk pemimpin industri, telah menyesuaikan penawaran untuk ritel perjalanan. Peluncuran baru mencakup perangkat bulu mata yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali dengan kemasan biodegradable, perangkat multi-gaya (misalnya, "Siang-ke-Malam" dengan pilihan alami dan dramatis), dan perekat hipoalergenik dalam ukuran ramah TSA. Inovasi-inovasi ini mengatasi kendala yang dihadapi wisatawan—keberlanjutan, keserbagunaan, dan kepatuhan—sekaligus meningkatkan daya tarik pembelian secara keseluruhan.

Demografi konsumen menjelaskan lebih lanjut lonjakan tersebut. Wisatawan asal Asia, yang dulunya adalah konsumen bulu mata palsu, kini kembali populer, dengan wisatawan Tiongkok dan Korea mendorong 58% penjualan bulu mata bebas bea di pusat-pusat utama seperti Seoul Incheon dan Tokyo Haneda. Selain itu, tren “perjalanan perawatan mandiri” pascapandemi telah meningkatkan permintaan di kalangan wisatawan Barat, yang kini memprioritaskan produk yang meningkatkan kepercayaan diri selama perjalanan.
Ke depan, prospeknya masih kuat. Dengan IATA memproyeksikan pemulihan perjalanan sebelum pandemi pada tahun 2025, dan pengecer bebas bea memperluas bagian kecantikan, penjualan bulu mata palsu siap untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Produsen harus fokus pada kemitraan dengan operator toko untuk mengoptimalkan penempatan rak, berinvestasi pada kemasan khusus perjalanan, dan memanfaatkan media sosial untuk mengimbangi preferensi konsumen yang terus berkembang. Di pasar yang mulai pulih ini, toko bebas bea di bandara tidak lagi hanya menjadi titik transit—toko ini menjadi medan pertempuran penting bagi merek kecantikan, dan bulu mata palsu menjadi yang terdepan.
