Berita Industri
Pasar Bulu Mata Palsu Melihat Pertumbuhan Kolaborasi Kecantikan Ukuran Besar
- 135 Tampilan
- 2025-10-27 01:41:29
Booming Pasar Bulu Mata Palsu: Mendorong Pertumbuhan Melalui Kolaborasi Kecantikan Ukuran Besar
Industri bulu mata palsu sedang mengalami peningkatan yang signifikan, sebagian besar didorong oleh meningkatnya kolaborasi kecantikan berukuran besar. Ketika gerakan kecantikan inklusif mendapatkan momentum, merek menyadari potensi yang belum dimanfaatkan dari kemitraan dengan influencer ukuran besar, penata rias, dan lini kecantikan inklusif—yang dalam prosesnya membentuk kembali desain produk, keterlibatan konsumen, dan pertumbuhan pasar.

Data pasar terkini menggarisbawahi tren ini. Menurut Global Market Insights, pasar bulu mata palsu global diproyeksikan tumbuh pada CAGR sebesar 6,2% dari tahun 2024 hingga 2030, dengan sebagian besar pertumbuhan ini disebabkan oleh peluncuran produk yang inklusif dan kolaborasi strategis. Apa yang mendorong perubahan ini? Mengubah ekspektasi konsumen. Pembeli kecantikan saat ini—terutama Gen Z dan generasi milenial—menuntut produk yang mencerminkan keberagaman, tidak hanya dalam hal pemasaran, namun juga fungsionalitas. Konsumen berukuran plus, yang sudah lama tidak terlayani oleh solusi kecantikan yang universal, kini lebih memilih bulu mata yang mengutamakan kenyamanan, keserbagunaan, dan gaya pribadi.
Merek merespons dengan kemitraan yang disengaja. Ambil contoh, kolaborasi tahun 2023 antara raksasa bulu mata Ardell dan influencer makeup ukuran besar @CurvyBeautyBoss. Koleksinya, “Lashes for Every Curve,” membuang desain tali jam satu dimensi yang kaku dan memilih tali bulu mata yang sangat lembut dan fleksibel yang menyesuaikan dengan beragam bentuk mata—termasuk mata berkerudung atau mata almond, yang umum terjadi pada banyak individu berukuran plus. Demikian pula, merek bulu mata indie FlutterHue bekerja sama dengan lini produk kecantikan inklusif Fenty Beauty pada tahun 2024 untuk meluncurkan rangkaian bulu mata magnetis dengan gaya yang berani dan cerah (seperti merah muda neon dan emas metalik), menantang mitos bahwa “netral” adalah satu-satunya pilihan yang “menarik” untuk wajah berukuran plus.
Kolaborasi ini bukan hanya soal estetika—mereka juga mendefinisikan ulang teknologi bulu mata. Bulu mata palsu tradisional sering kali mengutamakan “kealamian” daripada daya tahan atau kenyamanan, dengan asumsi bentuk mata lebih ramping atau lebih jarang dipakai. Namun konsumen berukuran plus, yang mungkin memakai bulu mata lebih lama (misalnya, acara kerja sepanjang hari, jalan-jalan di akhir pekan) atau memadukannya dengan riasan yang lebih tebal, membutuhkan bulu mata yang tetap terpasang tanpa menyebabkan iritasi. Hasilnya, produsen berinovasi: menggunakan serat sintetis yang ringan dan menyerap keringat (seperti campuran sutra PBT) untuk mengurangi berat bulu mata hingga 30%, merancang panjang bulu mata yang dapat disesuaikan untuk menghindari area mata yang lebih luas, dan bahkan menggunakan bahan yang menyerap kelembapan untuk mencegah selip pita pada kelopak mata yang berminyak.

Selain desain produk, kemitraan ini juga membentuk kembali narasi pemasaran. Alih-alih mengandalkan standar kecantikan yang sempit, kampanye kini menampilkan model-model berukuran plus dan influencer yang menampilkan bulu mata dalam konteks kehidupan nyata—menari di konser, tertawa bersama teman, atau melakukan presentasi kerja. Keaslian ini terbukti: survei yang dilakukan pada tahun 2024 oleh Beauty Inc menemukan bahwa 78% pembeli produk kecantikan berukuran plus lebih cenderung membeli merek bulu mata yang berkolaborasi dengan pembuat konten berukuran plus, dengan alasan “merasa dilihat” sebagai motivator utama.
Bagi produsen, tren ini menandakan adanya peluang penting. Untuk memanfaatkannya, produsen harus memprioritaskan fleksibilitas dalam produksi—menawarkan opsi yang dapat disesuaikan (lebar pita yang dapat disesuaikan, panjang serat yang beragam) dan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk bahan yang inklusif. Seperti yang disampaikan oleh salah satu orang dalam industri ini, “Masa depan bulu mata palsu bukanlah soal 'menaikkan ukuran'—tetapi tentang 'mengukur untuk'—mendesain dengan mempertimbangkan kebutuhan unik setiap orang.”
Singkatnya, kolaborasi kecantikan ukuran plus lebih dari sekedar iseng pemasaran; mereka adalah katalisator bagi evolusi pasar bulu mata palsu. Dengan memusatkan inklusivitas pada desain, teknologi, dan penyampaian cerita, merek dan produsen tidak hanya mendorong pertumbuhan namun juga mendefinisikan ulang apa yang bisa—dan seharusnya—dilakukan oleh produk kecantikan: alat untuk mengekspresikan diri, untuk semua orang.
