Pasar Bulu Mata Palsu Mendapatkan Keuntungan dari Kembalinya Acara Tatap Muka

  • 648 Tampilan
  • 2025-10-28 01:41:05

Pasar Bulu Mata Palsu Melonjak seiring Acara Tatap Muka Meningkatkan Permintaan Kecantikan

Industri bulu mata palsu sedang mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh kembalinya acara tatap muka pascapandemi. Setelah bertahun-tahun melakukan interaksi virtual dan pertemuan sosial tanpa suara, konsumen kembali beralih ke acara offline—mulai dari pernikahan dan festival musik hingga pesta kantor dan peragaan busana—dan seiring dengan itu, permintaan akan riasan yang menarik dan siap difoto, termasuk bulu mata palsu, pun meningkat.

Laporan industri menyoroti tren ini: Global Market Insights memproyeksikan pasar bulu mata palsu akan tumbuh pada CAGR sebesar 6,8% antara tahun 2023 dan 2030, dengan acara tatap muka yang diidentifikasi sebagai pendorong pertumbuhan utama. Kebangkitan ini berakar pada perubahan perilaku konsumen: ketika orang-orang terhubung kembali secara tatap muka, keinginan untuk memberikan kesan yang berkesan semakin meningkat, dan riasan mata, yang sering disebut sebagai "pusat penampilan", menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi bagi banyak orang.

Salah satu faktor penting adalah kebangkitan ritual sosial. Pernikahan, yang dulunya diperkecil selama pandemi, kini kembali ke perayaan besar, dengan pengantin dan tamunya memprioritaskan 精致眼妆 (penampilan mata yang indah) yang sering kali dilengkapi dengan bulu mata palsu premium. Demikian pula, festival musik seperti Coachella dan Lollapalooza telah menyaksikan lonjakan pengunjung yang mengenakan gaya bulu mata yang berani dan kreatif—seperti bulu mata, hiasan berkilau, atau varian berwarna—agar menonjol di keramaian dan di media sosial. Survei pada tahun 2024 yang dilakukan oleh platform kecantikan Glossier menemukan bahwa 72% pengunjung festival berencana memakai bulu mata palsu, naik dari 45% pada tahun 2019.

False Eyelash Market Benefits from Return of In-Person Events-1

Selain permintaan konsumen, acara tatap muka juga mengubah cara merek berinteraksi dengan audiensnya. Merek kecantikan memanfaatkan 线下展会 (pameran offline), toko pop-up, dan kemitraan pekan mode untuk menampilkan koleksi bulu mata baru. Misalnya, di New York Fashion Week 2023, merek seperti Ardell dan Velour Beauty meluncurkan lini produk yang "khusus untuk acara"—bulu mata yang terlihat alami untuk pertunjukan siang hari dan desain avant-garde yang dramatis untuk runway malam hari—memungkinkan peserta untuk menguji produk secara langsung. Pengalaman taktil ini, yang tidak ada selama era online, membangun kepercayaan: 68% konsumen dalam jajak pendapat Nielsen menyatakan bahwa mereka lebih cenderung membeli produk kecantikan setelah mencobanya secara langsung.

KOL dan budaya influencer semakin memperkuat pertumbuhan ini. Di acara karpet merah dan pesta industri, selebritas dan mikro-influencer sering kali menggunakan bulu mata palsu khusus, sehingga memicu tren viral. Sebuah postingan Instagram tentang seorang selebriti yang mengenakan gaya bulu mata tertentu dapat menyebabkan lonjakan 300% dalam penelusuran untuk produk tersebut dalam waktu 48 jam, menurut data dari Google Trends. Jalur “event-to-social” ini mengubah momen offline menjadi permintaan konsumen global.

Ke depan, sinergi antara acara tatap muka dan pasar bulu mata palsu akan semakin mendalam. Merek kini merancang garis bulu mata yang disesuaikan dengan acara tertentu—bulu mata alami yang "sesuai untuk kantor" untuk mixer perusahaan, pilihan tahan air untuk pernikahan di pantai—dan berinvestasi pada bahan ramah lingkungan agar selaras dengan preferensi konsumen yang sadar lingkungan. Ketika interaksi offline menjadi bagian permanen dari kehidupan pascapandemi, industri bulu mata palsu tidak hanya mendapatkan keuntungan dari tren sementara; ini memanfaatkan pergeseran jangka panjang menuju kecantikan yang disengaja dan didorong oleh peristiwa.

Berbagi Sosial